Bandara
Internasional Kuala Namu beroperasi tepat tanggal 25 Juli 2013. Bandara
ini menjadi bandara terbesar kedua setelah Bandara Internasional
Soekarno-Hatta, DKI Jakarta. Dengan berbagai kecanggihan teknologi yang
mengiringi pembuatannya menjadikan bandara ini sebagai salah satu
bandara terbaik di Indonesia.
Selain
luasnya yang lebih dari 1.300 hektar, bandara ini memiliki luas area
terminal sebesar 118.930 meter persegi, luas area parkir lebih dari
50.800 meter persegi, gudang kargo sekitar 13.000 meter persegi, serta
kapasitas parkir: 407 kapasitas untuk taksi, 55 kapasitas untuk bus, dan
908 untuk mobil. Kapasitas
areal secara keseluruhan jauh lebih besar dari Bandara Internasional
Polonia Medan. Bahkan, bandara Kuala Namu memiliki panjang runway hingga
mencapai 3,75 KM untuk keperluan take off dan landing, jauh lebih
panjang dari runway Bandara Polonia. Bandara ini juga mampu menampung
pesawat dengan ukuran besar seperti Airbus A-380 dan Boeing 777.
Rencana
pembangunan Bandara Kuala Namu sudah mulai direncanakan sejak tahun
1991 silam lalu, dengan alasan bahwa Bandara Polonia memiliki banyak
masalah dalam pengoperasiannya. Bandara Polonia sangat rapat dengan
pemukiman warga, bahkan saat terjadi kecelakaan pesawat yang juga
menewaskan Gubernur Sumatera Utara saat itu, banyak juga penduduk yang
meninggal dan rumah yang rusak di sekitar Padang Bulan, Medan, yang
memang menjadi jalur lintas pesawat dari Bandara Polonia. Selain itu,
runway yang dimiliki Bandara Polonia sangat pendek dan susah saat
digunakan.
Sempitnya
area bandara juga menjadi salah satu alasan, apalagi setiap tahunnya
pariwisata Medan bertambah sehingga daya tampung dan kapasitas parkir
maskapai penerbangan Polonia ke luar daerah dan negeri tidak lagi
sanggup menampungnya.
Hal
tersebut akhirnya membuat pemerintah memutar rencana pembangunan
Bandara Kuala Namu dan memindahkan seluruh aktivitas Bandara Polonia ke
sana. Meski sudah mulai direncanakan tahun 1991, awalnya proyek
pembangunan Bandara Kuala Namu hendak dimulai tahun 1997 silam. Namun,
terjadinya krisis finansial se-Asia
saat itu harus membatalkan seluruh rencana matang pembangunan Bandara
Kuala Namu. Proyek pembangunan bandara tersebut akhirnya dilanjutkan
pada tahun 2006, setahun setelah terjadinya kecelakaan pesawat yang
menewaskan Gubernur Sumatera Utara kala itu. Jusuf Kalla, Wakil Presiden
RI saat itu, meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan. Ia
juga menegaskan akan menggunakan tenaga ahli dari Indonesia.
Bandara
ini akan segera terkenal ke mancanegara karena memang dalam
pengoperasiannya langsung membawa penumpang ke luar negeri. Kita sebagai
Anak Medan harus bangga karena kita memiliki salah satu bandara
terbesar di Indonesia dengan kapasitas luar biasa besar dan keindahan
bangunan yang mengagumkan. Bandara Kuala Namu, bandara kebanggaan Medan
punya.
Sumber : http://www.ceritamedan.com/2013/07/bandara-kuala-namu-bandara-kebanggaan.html

0 comments:
Post a Comment